Tanggal Rilis | : | 7 April 2017 |
Ukuran File | : | 0.41 MB |
Abstraksi
Pertumbuhan
produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Provinsi Sumatera Utara
pada triwulan IV tahun 2016 turun sebesar 6,32 persen jika dibandingkan
periode yang sama tahun 2015 (y-on-y). Penurunan ini terutama disebabkan
oleh turunnya pertumbuhan produksi industri minuman sebesar 21,19
persen.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang
(q-to-q) Provinsi Sumatera Utara di triwulan IV tahun 2016 turun
sebesar 13,45 persen jika dibandingkan produksi industri manufaktur
besar dan sedang pada triwulan III tahun 2016. Jenis–jenis industri yang
mengalami penurunan yaitu industri kertas dan barang dari kertas
sebesar 12,90 persen, industri makanan sebesar 12,54 persen, industri
minuman sebesar 5,27 persen dan industri logam dasar sebesar 1,42
persen.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil
Provinsi Sumatera Utara pada triwulan IV-2016 naik sebesar 8,47 persen
jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015 (y-on-y). Jenis industri
yang mengalami kenaikan antara lain industri percetakan dan reproduksi
media rekaman sebesar 34,53 persen, industri pengolahan tembakau sebesar
30,51 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar
26,09 persen, industri barang galian bukan logam sebesar 10,36 persen,
industri makanan sebesar 9,20 persen, industri tekstil sebesar 3,47
persen, industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus
(tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan
sejenisnya sebesar 1,20 persen, dan industri alat angkutan lainnya
sebesar 0,05 persen.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur
mikro dan kecil Provinsi Sumatera Utara di triwulan IV-2016 naik sebesar
2,91persen dibanding triwulan III-2016 (q-to-q). Jenis–jenis industri
yang mengalami kenaikan antara lain industri karet, barang dari karet
dan plastik sebesar 34,04 persen, industri furnitur sebesar 30,03
persen, industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 7,20
persen, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 3,75
persen, industri makanan sebesar 3,23 persen, industri tekstil sebesar
2,85 persen, dan industri barang galian bukan logam sebesar 2,13 persen.